Perjalanan Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Yang Pernah Dikenal Dunia
Selasa, 04 Oktober 2016
Kris Adji AW : GASRUK Dan GRESART Telah Mencatatkan Tinta Emas Dalam Sejarah Seni Rupa Gresik.
Berita – Kris Adjie AW, Ketua Yayasan Masyarakat Pecinta
Sejarah dan Budaya Gresik (MATASEGER) sangat mengapresiasi kegiatan Pameran
Seni Rupa GRESART#0.1 yang diselenggarakan oleh Galeri Senirupa Gresik (GASRUK)
di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) tanggal 2 – 7 Oktober 2016. Bagi budayawan pemerhati sejarah yang juga seorang pelukis ini, kegiatan ini telah memberi warna
tersendiri bagi sejarah perkembangan seni rupa di Gresik.
“Event pameran ini selain menjawab dahaga masyarakat
akan sebuah sajian kesenian berkualitas di Gresik, juga telah mencatatkan
sejarah dengan tinta emasnya. Jika di masalalu ada Sanggar Lentera dan kemudian
ada Sanggar Pe’ak yang pernah jaya di masanya, maka Galeri Senirupa Gresik
(GASRUK) yang menggelar GRESART#01 ini menjanjikan masa depan yang baik dan telah membuktikan kejayaannya melalui pameran
ini.” tandasnya.
Senin, 05 September 2016
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF MATASEGER - PJB UP GRESIK
Yayasan Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Yayaysan Mataseger) menggelar acara "Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif - Gresik Djaloe Heritage", Sabtu 27 Agustus 2016. bertempat di kantor Sekretariat MATASEGER.
Bekerjasama dengan program Corporate Social Responsiblity (CSR) dari PT PJB UP Gresik, acara ini diharapkan mampu mendorong industri kreatif untuk tampil kepermukaan. Lebih dari 30 pelaku ekonomi industri kreatif hadir dalam acara ini. Mereka adalah para kreator muda yang di harapkan menjadi ujung tombak ekonomi kreatif di Gresik.
Rabu, 27 November 2013
MENIMBANG KEBERADAAN MONUMEN PERJUANGAN GUNUNG LENGIS
Akhir akhir ini Monumen Gunung Lengis menjadi perbincangan hangat baik di media cetak maupun online. Hal ini tidak lepas dari persoalan munculnya gagasan didirikannya Stadion Gresik oleh Pemkab Gresik sehingga terpaksa bangunan Monumen posisinya digeser lebih ke depan dari posisi semula. Sekalipun dibongkarnya munumen untuk dipindahposisikan dengan janji Pemkab untuk dibuat lebih baik lagi tanpa mengurangi bentuk asal, bahkan dikembangkan untuk ditambahkan lima patung pahlawan Gresik sehingga tampak lebih megah. Tetapi karena kurangnya sosialisasi sehingga terjadi salah tafsir didalam masyarakat.
Jumat, 12 Juli 2013
FESTIVAL DAMAR KURUNG DAN LAMPION NUSANTARA 2013
Masmundari tokoh fenomenal pelukis Damar Kurung yang tersohor pada masanya. Nama Masmundari Sangat melekat dengan Damar Kurung. Aktivitas yang diyakininya sejak muda hingga akhir hayatnya, sebagai penerus kreasi leluhurnya: menggambar damar kurung. Pada sosoknya, merentang usia tradisi seni berumur ratusan tahun yang nyaris punah., tetap diyakini dan dihidupi. Masmundari melukis keempat sisi damar kurung dengan pelbagai kisah yang direkamnya. Memasang damar kurung selama masa puasa menjadi tradisi masyarakat di kawasan Tlogo Pojok Gresik.
Minggu, 09 Juni 2013
Festival Gresik Djaman Doeloe II - 2013 Tanggal 5 dan 6 Juli 2013
Jumat, 12 Oktober 2012
Temu Pusaka Indonesia 2012 di Surabaya
Pusaka Rakyat, Pelestarian Kampung beserta Lingkungan dan Budayanya
Sahabat pelestari dan pencinta pusaka Indonesia,
Menjelang asta warsa, delapan tahun berdirinya BPPI semenjak 17 Agustus 2004 silam; masih segar dalam ingatan jejak asa kita bersama, jalinan gotong royong, jerih payah bahu membahu dan genggam jemari para sahabat dari berbagai daerah dan beragam organisasi/institusi untuk satukan tekad dan semangat mengawal kelestarian pusaka Indonesia dalam wadah BPPI. Sebagaimana tahun-tahun yang telah dilalui, maka tahun ini kembali kita akan mengadakan pertemuan tahunan "Temu Pusaka Indonesia" sebagai ajang tatap muka, saling berbagi pengalaman, dan mengurai berbagai permasalahan pelestarian guna mencari solusi bersama serta satukan ikrar untuk langkah-langkah lanjut ke depan.
Mari sesaat hentikan rutinitas masing-masing untuk berkumpul bersama pada tanggal 18-21 Oktober 2012 di Surabaya dalam "Temu Pusaka Indonesia 2012" yang kali ini mengusung tema "Pusaka Rakyat: Pelestarian Kampung beserta Lingkungan dan Budayanya".
Rabu, 29 Agustus 2012
Menelisik Eksotika Kota Gresik : Menikmati cultural heritage Indonesia di kampung Kemasan
Nama kota Gresik bagi sebagian orang mungkin terasa asing. Beberapa yang pernah mendengar nama kota ini pun mungkin tidak memiliki bayangan sama sekali dimana tepatnya kota tersebut di Peta Indonesia. Gresik merupakan salah satu Kota Kabupaten di Jawa Timur yang letaknya berdekatan dengan Kota Surabaya dan Lamongan. Pada dasarnya kota yang berslogan ‘Gresik Berhias Iman’ ini tidak terlalu diidentikkan dengan kota yang lazim untuk tujuan wisata, karena ‘label’ yang melekat pada kota ini lebih kepada ‘Kota Santri’. Dinamakan Kota Santri antara lain karena penduduknya mayoritas islam yang taat dan banyak berdiri pondok pesantren di kota Gresik , terlebih dua diantara sembilan wali penyebar agama islam, yaitu Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri juga dimakamkan di kota ini.
Minggu, 01 Juli 2012
Revitalisasi Sunan Giri Diduga Merusak Situs
SURYA Online, GRESIK - Ketua Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Kris
Adji AW menilai revitalisasi Komplek Makam Sunan Giri telah merusak situs
sejarah. Lantaran, anak tangga menuju Makan Sunan Giri diuruk oleh kontraktor,
bahkan ada anak tangga yang rusak.
"Semua bangunan yang ada disekitar Makam Sunan Giri adalah situs bersejarah, setiap bangunan ada makna filosofisnya," kata Kris saat ditemui wartawan Surya Online, di rumahnya, di Gresik, Rabu (27/6/2012).
"Semua bangunan yang ada disekitar Makam Sunan Giri adalah situs bersejarah, setiap bangunan ada makna filosofisnya," kata Kris saat ditemui wartawan Surya Online, di rumahnya, di Gresik, Rabu (27/6/2012).
Minggu, 24 Juni 2012
Koes Plus ramaikan festival "Gresik Djaman Doeloe"??
Gresik - Grup musik legendaris Koes Ploes akan menyemarakkan festival "Gresik Djaman Doeloe" yang digelar pemkab setempat pada 14-17 Juni.
Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Jumat, mengatakan, festival yang pertama kali digelar di Gresik itu bertujuan menarik wisatawan serta memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2012.
"Ini merupakan festival budaya yang pertama kali digelar di Kabupaten Gresik, dan mencontoh festival budaya yang sudah ada di berbagai daerah, seperti di Malang dengan festival "Malang Tempo Doeloe" dan Surabaya dengan "Surabaya Urban Culture".
Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Jumat, mengatakan, festival yang pertama kali digelar di Gresik itu bertujuan menarik wisatawan serta memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2012.
"Ini merupakan festival budaya yang pertama kali digelar di Kabupaten Gresik, dan mencontoh festival budaya yang sudah ada di berbagai daerah, seperti di Malang dengan festival "Malang Tempo Doeloe" dan Surabaya dengan "Surabaya Urban Culture".
Minggu, 11 Maret 2012
Dinamika Seni Pesisir Gresik
Naskah ini disampaikan dalam acara SARASEHAN FESTIVAL KESENIAN PESISIR UTARA (FKPU) 2012, Tanggal 9 Maret 2012 di Gresik :
Latar Belakang Gresik
Sejak zaman kerajaan Majapahit, keberadaan kota Gresik sudah disebut-sebut sebagai salah satu prototype kota tua. Peranannya sebagai kota dagang mulai berkembang sejak pertengahan abad ke-14, seirama dengan dinamika kota-kota dagang lainnya di Nusantara yang juga terkait dalam jaringan perdagangan dunia. Kawasan nusantara menjadi kawasan paling timur yang dijadikan titik simpul perdagangan internasional terutama dari bangsa-bangsa Eropa dan Asia Tengah. Dari Maluku, jalur perdagangan melintasi selat Flores, Laut Jawa, Selat Malaka, Teluk Benggala, Pantai Coromandel dan Malabar di India, Gujarat, Persia serta diteruskan sampai ke Eropa dengan melewati simpul-simpul perdagangan lainnya. Pada jalur inilah kota Gresik menjadi salah satu simpul perdagangan yang sangat penting. Tome Pires, musafir Portugis yang mengunjungi kota ini pada abad ke-16 menyaksikan bahwa transaksi perdagangan sudah ramai dilakukan. Kapal-kapal yang singgah berasal dari Gujarat, Siam dan Cina. Disamping itu juga kapal-kapal dari dan Banda yang tampak ramai. Kesaksian Tome Pires yang dikutip oleh H. De Graaff the Piqeaud, Kerajaan Islam di Jawa.
Latar Belakang Gresik
Sejak zaman kerajaan Majapahit, keberadaan kota Gresik sudah disebut-sebut sebagai salah satu prototype kota tua. Peranannya sebagai kota dagang mulai berkembang sejak pertengahan abad ke-14, seirama dengan dinamika kota-kota dagang lainnya di Nusantara yang juga terkait dalam jaringan perdagangan dunia. Kawasan nusantara menjadi kawasan paling timur yang dijadikan titik simpul perdagangan internasional terutama dari bangsa-bangsa Eropa dan Asia Tengah. Dari Maluku, jalur perdagangan melintasi selat Flores, Laut Jawa, Selat Malaka, Teluk Benggala, Pantai Coromandel dan Malabar di India, Gujarat, Persia serta diteruskan sampai ke Eropa dengan melewati simpul-simpul perdagangan lainnya. Pada jalur inilah kota Gresik menjadi salah satu simpul perdagangan yang sangat penting. Tome Pires, musafir Portugis yang mengunjungi kota ini pada abad ke-16 menyaksikan bahwa transaksi perdagangan sudah ramai dilakukan. Kapal-kapal yang singgah berasal dari Gujarat, Siam dan Cina. Disamping itu juga kapal-kapal dari dan Banda yang tampak ramai. Kesaksian Tome Pires yang dikutip oleh H. De Graaff the Piqeaud, Kerajaan Islam di Jawa.
Membangun Karakter Religius melalui Seni
Bentuk perilaku yang disadari sebagai bagian dari cara hidup tertentu dalam masyarakat muslim berkaitan dengan kesadaran untuk selalu mengadakan hubungan dan pendekatan dengan penciptanya. Dapat dikatakan bahwa bentuk pengamalan dan penghayatan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah khusus seperti sholat, tetapi juga ibadah umum dalam bentuk tingkah laku tertentu, termasuk dalam hal berkesenian. Sejatinya, kesenian harus merambah penguatan lima hal: kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), spiritual (SQ), kreativitas (CQ) serta aktivitas (AQ).
Berkaitan dengan upaya pembentukan karakter, Kementrian Pendidikan Nasional R.I. mengadopsi 18 pilar pendidikan karakter untuk diberlakukan dalam pendidikan sekolah, dari tingkat SD sampai dengan tingkat SMA. Penjabaran Pendidikan karakter ini sebelumnya telah diamanatkan secara garis besarnya dalam UU Sistim Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 di mana salah satu tujuan pendidikan nasional adalah tercapainya pendidikan karakter. Religius adalah salah satu dari 18 pilar tersebut. Karakter religius ini bisa tercermin dari beberapa tarian Islam.
Berkaitan dengan upaya pembentukan karakter, Kementrian Pendidikan Nasional R.I. mengadopsi 18 pilar pendidikan karakter untuk diberlakukan dalam pendidikan sekolah, dari tingkat SD sampai dengan tingkat SMA. Penjabaran Pendidikan karakter ini sebelumnya telah diamanatkan secara garis besarnya dalam UU Sistim Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 di mana salah satu tujuan pendidikan nasional adalah tercapainya pendidikan karakter. Religius adalah salah satu dari 18 pilar tersebut. Karakter religius ini bisa tercermin dari beberapa tarian Islam.
Pagelaran Seni Kharisma Bumi Wali
Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) kembali menggelar acara Gelar Seni Budaya (GSB) dalam bulan Maret 2012. Kali ini giliran menampilkan berbagai jenis kesenian dari Kabupaten Gresik, yang dikemas dalam tema “Kharisma Bumi Wali”, mulai Jumat malam, 16 Maret hingga minggu siang, 18 Maret 2012 di kompleks Taman Budaya Jatim, Jalan Gentengkali 85 Surabaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Dr. H. Jarianto, MSi, menyatakan, bahwa GSB yang diselenggarakan rutin oleh TBJT ini dimaksudkan untuk pemberdayaan TBJT sebagai laboratorium seni budaya. Disamping itu juga untuk menarik minat berbagai kalangan untuk mengetahui lebih jauh mengenai potensi seni budaya daerah di kabupaten/kota Jawa Timur. GSB juga dimaksudkan untuk mempertemukan kalangan seniman sebagai pihak sellers dan pihak buyers dari kalangan pengunjung dalam kepentingan dunia usaha berbasis seni budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Dr. H. Jarianto, MSi, menyatakan, bahwa GSB yang diselenggarakan rutin oleh TBJT ini dimaksudkan untuk pemberdayaan TBJT sebagai laboratorium seni budaya. Disamping itu juga untuk menarik minat berbagai kalangan untuk mengetahui lebih jauh mengenai potensi seni budaya daerah di kabupaten/kota Jawa Timur. GSB juga dimaksudkan untuk mempertemukan kalangan seniman sebagai pihak sellers dan pihak buyers dari kalangan pengunjung dalam kepentingan dunia usaha berbasis seni budaya.
Rabu, 09 November 2011
Wisata Kampung Tua, Juara Favorit Anugerah Wisata Jatim
Ketika ada wisatawan dari Malaysia berkunjung di Kampung kemasan sebagai bagian dari GRESIK DJALOE(:jaman dulu} HERITAGE WALK, yang pada waktu itu diberi nama Cultural Trip to Grissee.
GRESIK | SURYA Online - Upaya masyarakat peduli sejarah dan budaya Gresik, dalam melestarikan lingkungan perkampungan di kawasan kota tua Gresik membuahkan hasil. Melalui program Gresik Jaloe (Jalan-jalan Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Gresik Jaman Doeloe), Kabupaten Gresik berhasil dinobatkan sebagai Juara Daya Tarik Wisata Favorit di ajang Anugerah Wisata Jatim. Trofi juara Favorit diberikan langsung oleh Gubernur Jatim dalam acara Malam Anugerah Wisata Jawa Timur tahun 2011 di Mercure Grand Mirama Hotel, Selasa (25/10/2011) malam.
GRESIK | SURYA Online - Upaya masyarakat peduli sejarah dan budaya Gresik, dalam melestarikan lingkungan perkampungan di kawasan kota tua Gresik membuahkan hasil. Melalui program Gresik Jaloe (Jalan-jalan Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Gresik Jaman Doeloe), Kabupaten Gresik berhasil dinobatkan sebagai Juara Daya Tarik Wisata Favorit di ajang Anugerah Wisata Jatim. Trofi juara Favorit diberikan langsung oleh Gubernur Jatim dalam acara Malam Anugerah Wisata Jawa Timur tahun 2011 di Mercure Grand Mirama Hotel, Selasa (25/10/2011) malam.
Selasa, 08 November 2011
Ada Kemesraan di Sudut Gresik
Pernahkah kalian datang ke suatu pengajian yang sangat tidak seragam? Tidak semuanya putih? Tidak semuanya berpeci? Tidak semuanya mengenakan jilbab? Tidak ada pembatas antara tempat duduk pria dan wanita? Bahkan bisa jadi tidak semua pemeluk agama Rasulullah SAW?
Rebo Wekasan, Budaya Kota Gresik yang Mulai kehilangan Makna
Pada awal tahun 2011, tepatnya tanggal 31 Januari 2011 dan 1-2 Februari 2011, ada sebuah perayaan rutinan yang diselenggaran oleh masyarakat kabupaten Gresik, yaitu perayaan Rebo Wekasan. Rebo Wekasan adalah perayaan unik yang hanya ada di desa Pongangan, kecamatan Manyar, kabupaten Gresik, propinsi Jawa Timur dan hanya dirayakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar (orang jawa mengatakannya dengan nama bulan Sapar). Namun, 3 tahun terakhir, perayaan Rebo Wekasan sudah berpindah di desa Suci, desa tetangga yang berada di sebelah barat desa Pongangan.
Selasa, 18 Oktober 2011
Bangun Stadion Bola Ancam Gusur Monumen Gresik
TRIBUNJATIM.COM,GRESIK-Rencana pembangunan stadion sepakbola Gresik yang akan menelan anggaran Rp 230 miliar dikhawatirkan akan menggusur monumen perjuangan Gunung Lengis.
Kekhawatiran mulai muncul setelah Pemkab Gresik mengumumkan lokasi rencana proyek itu. Bahkan, beberapa warga sekitar Monumen Gunung Lengis juga sudah didatangi petugas dan mendapat sosialisasi. Tapi informasi tentang kelangsungan keberadaan monumen perjuangan dikawasan Segoro Madu itu belum jelas.
Garling = Gardu Suling ?

Menara Suling alias Gardu Suling menarik untuk jadi ikon Gresik Kota Lama karena memiliki nilai artistik, bersejarah dan tinggal satu-satunya yang tersisa dari 3 bangunan yang pernah dimiliki Gresik. Bangunan serupa pernah berdiri di Permpatan antara Jl. Sindujoyo dan Jl. Gubernur Soerjo ( Sekarang Pos Polisi) dan di pertigaan jl. Malik Ibrahim (Embong Seluar).
Anugerah Wisata Jawa Timur 2011 : Wisata Minat Khusus GRESIK dJALOE
Mohon dukungan dengan menyumbang sms ( Rp. 300,-)dengan cara Ketik : AWN KABUPATEN GRESIK kirim ke 3799 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2011.
FORMULIR USULAN
PESERTA ANUGERAH WISATA JAWA TIMUR TAHUN 2011
A. Nama Daya Tarik Wisata yang diusulkan :
GRESIK JALOE (Wisata Jalan-jalan di Kota Gresik Jaman Doeloe)
- Kategori DTW (Daya Tarik Wisata) : BUDAYA
- Unsur Pengelola : LSM, maupun kelompok masyarakat atau perorangan
B. Nama Penanggungjawab dalam organisasi yang diusulkan : Komunitas MATASEGER ( Ketua : Kris Adji AW)
C. Penjelasan Usulan Peserta Daya Tarik Wisata (DTW) Budaya:
1. Alamat Lengkap : Markas Mataseger Jl. Nyai Ageng Arem-Arem III /10 Gresik 61115
2. Desa/Kelurahan : Pekelingan
3. Kecamatan : Gresik
4. Kabupaten/kota : Gresik
5. Kode Pos : 61115
6. Telepon Kantor : 031- 3973282, 085931149472
7. Telepon Rumah : 031- 71152775
8. Nomor HP. : 08564 504 8000, 088135 79710
9. Nomor Fax : -
10. E-mail : info.grissee@gmail.com
D. Informasi Pengelolaan Daya Tarik Wisata :
Rabu, 20 Juli 2011
MENUJU GRESIK SEBAGAI KOTA WISATA BUDAYA DAN SEJARAH
Sekarang sudah waktunya menjadikan Gresik sebagai obyek wisata mengingat bahwa Gresik adalah kota tua yang menyimpan banyak peninggalan sejarah baik budaya maupun bangunan gedung dan rumah-rumahnya yang tersebar diseluruh sudut kota. Masyarakat sudah siap menyambut kedatangan wisata, baik wisata religi maupun wisata minat khusus.
Langganan:
Postingan (Atom)











