Minggu, 14 November 2010

Stasiun Kereta Api Gresik Kota : Mau Jadi Apa ?

Stasiun Grissee... atau Stasiun Gresik Kota terletak di daerah Kebungson kota Gresik, dekat dengan pelabuhan rakyat Gresik dan belakang SMPN 2 Gresik, Jl. KH. Kholil.
Stasiun ini terletak di percabangan Stasiun Sumari (sudah wafat) hingga percabangan Kandangan (Surabaya).
Dari stasiun ini, rel ke utara menuju Sumari sudah tak berbekas. sedangkan rel ke selatan menuju Stasiun Indro masih dapat ditemui bekasnya namun tidak aktif. Namun menurut rencana tahun 2010 ini akan diaktifkan kembali sebagai stasiun yang bisa melayani ke Jakarta langsung.
menurut warga sekitar stasiun ini berhenti beroperasi sejak awal 1980 karena KA kalah bersaing dengan mobil dan motor. Kondisinya kini memprihatinkan....( Lihat foto di atas, kemudian bangdingkan dengan foto kondisi sekarang di bawah ini).

Sabtu, 13 November 2010

Merentas Jalan Tradisi Lumpur Gresik

REMBUG BUDAYA BUDAYAWAN SEJARAWAN GRESIK DENGAN MASYARAKAT LUMPUR

Dari kiri, Pak Darojat yang masih memegang kitab asli Sindujoyo, Pelaku mocopat Pak Nur Hasyim, H. Ajuk tokoh Lumpur dan Ketua Komite Seni Religi/Tradisi DKG.







Dalam suasana yang akrab dan santai, tepat pukul 8 malam di Bale Gede ( Bale Kambang ) Desa Lumpur pesisir kota Gresik berkumpul para seniman, budayawan dan sejarawan Gresik yang disambut oleh masyarakat Lumpur dengan rasa kekeluargaan yang khas Lumpur. Tidak kurang yang hadir diantaranya Lurah Lumpur, pelukis Kris Adji AW yang juga ketua DKG ( Dewan Kesenian Gresik), Budayawan Oemar Zaenudin ( Cak Nud), Cak Fattah Yasin, Cak H. Ajuk, Cak Ucok, Sejarawan Mustakim, Amir Syarifuddin,pelaku tradisi Jawa Hartono, Cak Tas’an sang pemusik, Cak Nanang yang Pemuda Pelopor itu ,dll. Dan tentu saja pakar dari ITS Pak Andy dan dari UNTAG Bu Hesti yang datang bersama staf pegawai Dinas PU Kabupaten Gresik dan beberapa mahasiswanya.

SENI PENCAK MACAN TERANCAM LAPUK OLEH ZAMAN

Ket. Foto: Pencak Macan yang dipopulerkan kembali oleh siswa siswi SMA NU-1 Gresik dalam kegiatan ekstrakurikuler.





Pencak macan adalah salah satu kesenian pengiring arak-arakan pengantin masyarakat Kelurahan Lumpur dan Kroman, Kecamatan Kota Gresik Jawa Timur. Tradisi ini merupakan budaya warisan leluhur yang berusia ratusan tahun. “Pertama kali dikenalkan dan dilestarikan Mbah Sindujoyo,” ujar Hendrik U.Mardiluhung, seniman Gresik.

Jumat, 12 November 2010

Prasasti Ambal: Catatan Orang Terbuang Yang Terlupakan

Pada bulan Ramadhan lalu, saat memasuki pekan kedua dan cuaca di Gresik sangat bersahabat tidaklah panas terik seperti cuaca yang biasa terjadi di kota-kota pesisir biasanya. Penelusuran akan sejarah Gresik telah membuka sebuah petualangan baru tidak hanya pada lapisan arsitektural semata melainkan lapisan arkeologi yang memancing keingintahuan.

Jam di tangan menunjukan pukul 15.00 saat kendaraan beranjak dari kawasan Giri Kedaton menuju sebuah situs bernama Gosari yang konon merupakan tempat penghasil keramik berkualitas tinggi. Hampir 30 menit angkot sewaan tiba di sebuah kawasan hutan jati tempat sisa tungku pembakaran keramik yang diduga ada sejak jaman Majapahit.

Rabu, 10 November 2010

Balai Gede Desa Lumpur


Desa Lumpur selain dikenal sebagai desa yang warganya punya bahasa unik (seperti bahasa using kalau di Banyuwangi), juga dikenal memiliki budaya pesisir yang beragam seperti tari pencak macan, hadrah, terbang cuncang,kemanten tuk nong, kemanten jadur, mocopat serat Sindujoyo dan tidak lupa beragam jajanan khas Gresik tumbuh dari sini. Lumpur juga dikenal sebagai desa nelayan yang memiliki bale (balai tempat berkumpulnya nelayan)yang cukup banyak, antara lain Bale Gede (Bale Kambang), Bale Purbo dll.

TERBENGKELAINYA SITUS GIRI KEDATON


Terbengkalai, Jadi Tempat Pelarian Pencari Ketenangan
Di masa Sunan Giri dulu, situs istana keraton Sunan Giri atau Giri Kedaton yang dibangun pada 1487 Masehi ini, merupakan pusat pemerintahan sekaligus tempat peribadatan. Tempat ini berdasar sejarahnya, juga menjadi tempat penyebaran agama Islam dan pengukuhan raja-raja Islam Demak. Bahkan menjadi tempat berdirinya pondok pesantren pertama di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kini petilasan itu kondisinya sungguh memprihatinkan. Situs bersejarah yang mestinya bisa terjaga kelestariannya, yang terlihat justru menjadi tempat penggembalaan hewan ternak.

Gresik Kota Warung Kopi

Gresik dikenal pula sebagai Kota Pudak. Sebab, makanan yang disebut pudak itu memang asli Gresik. Tapi, Gresik sebetulnya layak pula disebut Kota Warung Kopi.



NONGKRONG di warung kopi//Ngomong sana dan sini. Pernah dengar jingle iklan sebuah produk kopi itu? Di Gresik, tradisi cangkruk di warung kopi sambil ngobrol ngalor ngidul seperti itu sudah berlangsung puluhan tahun.

Sekarang tradisi cangkrukan di warung kopi (warkop) itu bertahan, bahkan berkembang. Ketua Dewan Kesenian Gresik (DKG) Kris Adji Abdul Wafiq bahkan meng­anggap Gresik tidak hanya layak disebut Kota Industri dan Kota Pudak, tapi juga Kota Warkop. ”Sebab, warkop di sini ribuan,” tutur se­niman lukis yang dikenal sebagai Kris Adji A.W. itu.

Dinding-dinding Lodewijk Mengare Gresik

Ada yang pernah dengar nama Pulau Mengare?
Ada yang tau juga benteng yang bernamakan Lodewijk?
jika belum,silahkan baca …. :green:
Di wilayah Kec.Bungah Kab.Gresik, Propinsi Jawa Timur, terdapat sebuah tempat yang namanya Pulau Mengare. Letaknya itu ada di sisi sebelah utara Pulau jawa, dan sangat dekat sekali dengan selat Madura.
Tetapi, Pulau Mengare saat ini bisa dibilang sudah tidak ada lagi….
” loh, koq bisa? apa terkikis oleh abrasi air laut? atau tanahnya dikeruk habis sama manusia? ”
jadi begini ceritanya,,,,,,

Selasa, 09 November 2010

Kota Gresik 1896-1916: Sejarah Sosial Budaya dan Ekonomi


by Oemar Zainuddin

Buku ini mengungkapkan sejarah Gresik sebagai kota perdagangan regional dan internasional, serta bagaimana pengusaha Pribumi mengembangkan usahanya di masa pemerintahan kolonial Belanda. Buku ini juga memaparkan secara rinci mengenai data budaya Gresik pada peralihan abad dari abad ke-19 menuju abad ke-20, antara lain mengenai pakaian, makanan, komoditi dagang, arsitektur bangunan dan bahasa serta tulisan. Kekayaan data yang ditampilkan melalui foto, surat-menyurat, iklan, nota dagang, serta dokumen-dokumen lain, menjadi nilai lebih buku ini.

Minggu, 07 November 2010

Manuskrip Serat Sindujoyo Memprihatinkan


Sindujoyo adalah murid dari Sunan Prapen ( Sunan Giri IV). Manuskrip Serat Sindujoyo kondisinya telah memprihatinkan, oleh karena itu dibutuhkan perhatian agar warisan budaya ini bisa lestari. Sementara Pemerintah Gresik sama sekali tidak tanggap akan keberadaannya atau barang kali tidak merasa jika kita punya mutiara terpendam yang bisa menjadi warisan budaya dunia. Monggo dinapakaken niki.....

Sketsa Gedung Tua Gresik



Sabtu, 06 November 2010

Berandai-andai Gresik Jadi Kota Pariwisata, Penuh Turis

Pariwisata memang seringkali mendongkrak kinerja ekonomi suatu wilayah, namun apakah juga berbanding lurus dengan pertumbuhan moral dan spiritual warga di wilayah tersebut?

Lumrah memang, di negara mana pun, khususnya negara miskin, pariwisata dianggap primadona. Sebuah wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan asing, akan banyak memperoleh keuntungan finansial bagi warganya.

Asal-usul Nama Kota Gresik

Gresik ternyata memiliki banyak nama, Gerwarasi, Giri Gisik, Grissee atau orang Gresik sekarang dalam mengucapkan kata Gresik sehari-hari justru menjadi NGGERSIK. Berikut tulisan sejarah asal usul kota Gresik oleh Mustakim, sejarahwan Gresik: