Jumat, 12 Oktober 2012

Temu Pusaka Indonesia 2012 di Surabaya

Pusaka Rakyat, Pelestarian Kampung beserta Lingkungan dan Budayanya Sahabat pelestari dan pencinta pusaka Indonesia, Menjelang asta warsa, delapan tahun berdirinya BPPI semenjak 17 Agustus 2004 silam; masih segar dalam ingatan jejak asa kita bersama, jalinan gotong royong, jerih payah bahu membahu dan genggam jemari para sahabat dari berbagai daerah dan beragam organisasi/institusi untuk satukan tekad dan semangat mengawal kelestarian pusaka Indonesia dalam wadah BPPI. Sebagaimana tahun-tahun yang telah dilalui, maka tahun ini kembali kita akan mengadakan pertemuan tahunan "Temu Pusaka Indonesia" sebagai ajang tatap muka, saling berbagi pengalaman, dan mengurai berbagai permasalahan pelestarian guna mencari solusi bersama serta satukan ikrar untuk langkah-langkah lanjut ke depan. Mari sesaat hentikan rutinitas masing-masing untuk berkumpul bersama pada tanggal 18-21 Oktober 2012 di Surabaya dalam "Temu Pusaka Indonesia 2012" yang kali ini mengusung tema "Pusaka Rakyat: Pelestarian Kampung beserta Lingkungan dan Budayanya".

Rabu, 29 Agustus 2012

Menelisik Eksotika Kota Gresik : Menikmati cultural heritage Indonesia di kampung Kemasan

Nama kota Gresik bagi sebagian orang mungkin terasa asing. Beberapa yang pernah mendengar nama kota ini pun mungkin tidak memiliki bayangan sama sekali dimana tepatnya kota tersebut di Peta Indonesia. Gresik merupakan salah satu Kota Kabupaten di Jawa Timur yang letaknya berdekatan dengan Kota Surabaya dan Lamongan. Pada dasarnya kota yang berslogan ‘Gresik Berhias Iman’ ini tidak terlalu diidentikkan dengan kota yang lazim untuk tujuan wisata, karena ‘label’ yang melekat pada kota ini lebih kepada ‘Kota Santri’. Dinamakan Kota Santri antara lain karena penduduknya mayoritas islam yang taat dan banyak berdiri pondok pesantren di kota Gresik , terlebih dua diantara sembilan wali penyebar agama islam, yaitu Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri juga dimakamkan di kota ini.

Minggu, 01 Juli 2012

Revitalisasi Sunan Giri Diduga Merusak Situs

SURYA Online, GRESIK - Ketua Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Kris Adji AW menilai revitalisasi Komplek Makam Sunan Giri telah merusak situs sejarah. Lantaran, anak tangga menuju Makan Sunan Giri diuruk oleh kontraktor, bahkan ada anak tangga yang rusak.

"Semua bangunan yang ada disekitar Makam Sunan Giri adalah situs bersejarah, setiap bangunan ada makna filosofisnya," kata Kris saat ditemui wartawan Surya Online, di rumahnya, di Gresik, Rabu (27/6/2012).


Minggu, 24 Juni 2012

Koes Plus ramaikan festival "Gresik Djaman Doeloe"??

Gresik - Grup musik legendaris Koes Ploes akan menyemarakkan festival "Gresik Djaman Doeloe" yang digelar pemkab setempat pada 14-17 Juni.

 Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Jumat, mengatakan, festival yang pertama kali digelar di Gresik itu bertujuan menarik wisatawan serta memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2012.

 "Ini merupakan festival budaya yang pertama kali digelar di Kabupaten Gresik, dan mencontoh festival budaya yang sudah ada di berbagai daerah, seperti di Malang dengan festival "Malang Tempo Doeloe" dan Surabaya dengan "Surabaya Urban Culture".

Minggu, 11 Maret 2012

Dinamika Seni Pesisir Gresik

Naskah ini disampaikan dalam acara SARASEHAN FESTIVAL KESENIAN PESISIR UTARA (FKPU) 2012, Tanggal 9 Maret 2012 di Gresik :

Latar Belakang Gresik
Sejak zaman kerajaan Majapahit, keberadaan kota Gresik sudah disebut-sebut sebagai salah satu prototype kota tua. Peranannya sebagai kota dagang mulai berkembang sejak pertengahan abad ke-14, seirama dengan dinamika kota-kota dagang lainnya di Nusantara yang juga terkait dalam jaringan perdagangan dunia. Kawasan nusantara menjadi kawasan paling timur yang dijadikan titik simpul perdagangan internasional terutama dari bangsa-bangsa Eropa dan Asia Tengah. Dari Maluku, jalur perdagangan melintasi selat Flores, Laut Jawa, Selat Malaka, Teluk Benggala, Pantai Coromandel dan Malabar di India, Gujarat, Persia serta diteruskan sampai ke Eropa dengan melewati simpul-simpul perdagangan lainnya. Pada jalur inilah kota Gresik menjadi salah satu simpul perdagangan yang sangat penting. Tome Pires, musafir Portugis yang mengunjungi kota ini pada abad ke-16 menyaksikan bahwa transaksi perdagangan sudah ramai dilakukan. Kapal-kapal yang singgah berasal dari Gujarat, Siam dan Cina. Disamping itu juga kapal-kapal dari dan Banda yang tampak ramai. Kesaksian Tome Pires yang dikutip oleh H. De Graaff the Piqeaud, Kerajaan Islam di Jawa.

Membangun Karakter Religius melalui Seni

Bentuk perilaku yang disadari sebagai bagian dari cara hidup tertentu dalam masyarakat muslim berkaitan dengan kesadaran untuk selalu mengadakan hubungan dan pendekatan dengan penciptanya. Dapat dikatakan bahwa bentuk pengamalan dan penghayatan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ibadah khusus seperti sholat, tetapi juga ibadah umum dalam bentuk tingkah laku tertentu, termasuk dalam hal berkesenian. Sejatinya, kesenian harus merambah penguatan lima hal: kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), spiritual (SQ), kreativitas (CQ) serta aktivitas (AQ).

Berkaitan dengan upaya pembentukan karakter, Kementrian Pendidikan Nasional R.I. mengadopsi 18 pilar pendidikan karakter untuk diberlakukan dalam pendidikan sekolah, dari tingkat SD sampai dengan tingkat SMA. Penjabaran Pendidikan karakter ini sebelumnya telah diamanatkan secara garis besarnya dalam UU Sistim Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 di mana salah satu tujuan pendidikan nasional adalah tercapainya pendidikan karakter. Religius adalah salah satu dari 18 pilar tersebut. Karakter religius ini bisa tercermin dari beberapa tarian Islam.

Pagelaran Seni Kharisma Bumi Wali

Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) kembali menggelar acara Gelar Seni Budaya (GSB) dalam bulan Maret 2012. Kali ini giliran menampilkan berbagai jenis kesenian dari Kabupaten Gresik, yang dikemas dalam tema “Kharisma Bumi Wali”, mulai Jumat malam, 16 Maret hingga minggu siang, 18 Maret 2012 di kompleks Taman Budaya Jatim, Jalan Gentengkali 85 Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Dr. H. Jarianto, MSi, menyatakan, bahwa GSB yang diselenggarakan rutin oleh TBJT ini dimaksudkan untuk pemberdayaan TBJT sebagai laboratorium seni budaya. Disamping itu juga untuk menarik minat berbagai kalangan untuk mengetahui lebih jauh mengenai potensi seni budaya daerah di kabupaten/kota Jawa Timur. GSB juga dimaksudkan untuk mempertemukan kalangan seniman sebagai pihak sellers dan pihak buyers dari kalangan pengunjung dalam kepentingan dunia usaha berbasis seni budaya.